Arinto Tri Wibowo, Purborini
Pada perdagangan perdana hari ini, saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) langsung melesat dan menyentuh level Rp445. Harga tersebut naik 45 poin dari harga perdana Rp400 per unit.
Dalam tiga menit pertama transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham perseroan mencatat harga tertinggi Rp540 atau naik 35 persen.
“Untuk transaksi saham perdana, kami memberi batasan auto rejection dua kali dari 35 persen kenaikannya,” kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Wan Wei Yiong, di acara pencatatan perdana (listing) saham Berau Energy di gedung BEI, Jakarta, Kamis 19 Agustus 2010. Aturan ini berlaku untuk harga saham di bawah Rp500 per unit.
Selama penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham Berau Energy ditawarkan sebanyak 3,4 miliar unit saham biasa dengan nilai nominal Rp100 per saham. Perseroan menetapkan harga perdana Rp400 per saham. Dana yang dihimpun dari IPO mencapai Rp1,36 triliun atau setara US$150 juta.
Dari dana hasil IPO tersebut, sekitar 17,56 persen atau Rp225 miliar akan digunakan untuk pembiayaan akuisisi secara tidak langsung, yakni melalui anak usaha perseroan, Seacoast Offshore Inc. Sedangkan sisanya, 82,44 persen sebagai belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan. Berau Coal Energy menargetkan belanja modal hingga US$48 juta.
Perseroan menunjuk PT Recapital Securities dan PT Danatama Makmur sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter) IPO. Berau juga telah menunjuk Credit Suisse dan JP Morgan selaku agen penjual global. (hs)
• VIVAnews










