Friday February 10th 2012

Bahan Bangunan Picu Kenaikan Harga Rumah

SiapaBilang — Senin, 9 Agustus 2010

Antique

Harga dan volume penjualan properti residensial atau rumah pada kuartal II-2010 meningkat. Indeks harga properti residensial menunjukkan kenaikan. Secara kuartalanan naik 1,04 persen, sedangkan  tahunan 2,89 persen.

Berdasarkan survei yang dilakukan Bank Indonesia (BI), kenaikan harga yang terjadi itu sejalan dengan meningkatnya penjualan properti residensial. Kenaikan harga rumah diperkirakan berlanjut pada kuartal III-2010, namun dengan kenaikan yang melambat.

Sebagian besar responden mengungkapkan, penyebab utama kenaikan harga properti residensial tersebut berasal dari kenaikan harga bahan bangunan dan upah pekerja.

Sedangkan berdasarkan tipe rumah, kenaikan harga tertinggi terjadi pada rumah tipe kecil (1,37 persen). Sementara itu, dari 14 kota besar yang tercakup dalam survei, kenaikan harga properti residensial paling tinggi terjadi di wilayah Bandung (1,78 persen).

Responden masih berpendapat bahwa tingginya suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR), kenaikan harga bahan bangunan, tingginya tingkat pajak serta sulitnya perizinan/birokrasi merupakan berbagai faktor penghambat bisnis properti.

Sementara itu, dana internal perusahaan masih menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan properti residensial. Sedangkan dari sisi konsumen, KPR dengan tingkat suku bunga rata-rata antara 10-12 persen menjadi pilihan utama dalam melakukan transaksi pembelian properti residensial. (art)

• VIVAnews

Hi, there..