|
|
VIVAnews – Sebuah kelompok konsumen asal Jerman telah memperingatkan pengguna internet agar tidak memakai Facebook kalau perusahaan situs jejaring sosial tersebut tidak membatalkan rencana mereka seputar perubahan kebijakan privasi.
Seperti diketahui, bulan lalu Facebook mengumumkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk mengubah kebijakan privasi agar memungkinkan informasi dibagikan pada pihak ketiga tanpa perlu persetujuan pengguna.
VZBV, organisasi yang memayungi dan mewakili kelompok konsumen di seluruh Jerman, menyatakan bahwa perusahaan Amerika tersebut telah berulangkali secara sengaja melanggar batas perlindungan data dan penggunaan layanan tersebut sebaiknya perlu diboikot di seluruh dunia.
Kelompok ini sendiri memiliki pendukung penting. Pekan lalu, menteri perlindungan konsumen Jerman, Ilse Aigner telah menuliskan surat terbuka pada Mark Zuckerberg, pendiri Facebook yang menyatakan protes atas rencana perubahan yang akan diterapkan. Aigner juga mengancam akan menutup halaman Facebook miliknya. “Informasi pribadi harus tetap milik pribadi,” kata Aigner.
VZBV juga ingin memberikan hantaman keras pada Facebook. “Tanggungjawab perlindungan terhadap data ada di penyedia layanan, bukan pengguna,” kata Gerd Billn, direktur VZBV, seperti VIVAnews kutip dari Networkworld, 12 April 2010.
• VIVAnews










