Friday February 10th 2012

Penurunan Produksi Picu Harga CPO Naik

SiapaBilang — 22 MARET : Tren kenaikan harga minyak sawit mentah atau CPO dunia belakangan ini ditengarai akibat menurunnya produksi di beberapa negara lantaran adanya pergeseran musim akibat iklim El Nino. Harga diprediksi kembali normal saat memasuki Mei-Juni mendatang, ketika produksi mulai kembali terdongkrak.

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono mengatakan, melambungnya harga CPO per Jumat (19/3) lalu mencapai US$760 per metriks ton merupakan siklus tahunan di semester pertama setiap tahunnya.

“Rendahnya produksi di awal tahun memang cenderung membuat harga di semester cenderung meninggi,” ujarnya.

Kenaikan harga saat ini sangat dipengaruhi permintaan pasar dan harga minyak bumi. Jika permintaan dan harga minyak bumi naik, maka kecenderungan naiknya harga CPO juga terbuka lebar.

Selain itu, saat ini sedang terjadi ketidakseimbangan antara permintaan dengan suplai komoditas yang ada. Permintaan CPO dunia meningkat, semisal yang terjadi di India dan China yang sedang menggenjot program biodiesel mereka. Di sisi lain, produksi CPO secara keseluruhan justru stabil bahkan cenderung masih menurun.

“Ada juga dampak psikologis adanya isu iklim El Nino yang ditengarai menyebabkan produksi di beberapa negara, semisal Argentina tak memuaskan tahun ini,” ujarnya.

Untuk Indonesia, ujarnya, pada Januari lalu, produksi memang cenderung menurun dibanding Desember 2009. Hal itu bisa dilihat dari penurunan volume ekspor CPO Januari 2010 dibanding Desember 2009 Data GAPKI memperlihatkan, ekspor CPO dan produk turunannya sepanjang Januari 2010 turun 221.000 ton dibanding Desember 2009. Jika di Desember 2009 sbesar 1,424 juta ton, pada Januari 2010 turun menjadi 1,203 juta ton. “Produksi akan kembali stabil di Mei-Juni saat akan terjadi titik balik produksi,” ujarnya. (*/OL-02)

Hi, there..