SiapaBilang-March 20 2010
Almarhum Ebet Kadarusman selalu membuka lelucon dan membuat orang lain tertawa
VIVAnews – Presenter sekaligus penghibur senior Ebet Kadarusman dipandang sebagai ayah yang baik. Dia pun memiliki semangat
berpetualang yang luar biasa dalam hidupnya.
Demikian kenang salah seorang putranya, Andre Kadarusman, mengenang peran ayahnya semasa hidup. Populer dengan sebutan Kang Ebet, dia wafat di usia 77 tahun pada Sabtu pagi, 20, Maret 2010, akibat stroke di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.
“Kami pihak keluarga merasa tenang ayah bisa meninggal juga dengan tenang, didampingi oleh seluruh anak-anaknya,” katanya Andre di rumah duka di Bandung, Sabtu 20 Maret 2010.
Di mata Andre, Ebet adalah orang yang sangat menyenangkan. Ebet selalu membuka lelucon dan membuat orang lain tertawa sehingga semua orang senang melihatnya. Ebet tidak pernah memilih-milih dalam menghibur orang.
“Dari bos sampai pembantu, Ebet akan selalu menghibur,” ujar Andre dalam Bahasa Inggris.
Sementara itu sepupu almarhum, Maman Wijaya, mengatakan bahwa Ebet merupakan satu-satunya yang merubah tata penyiaran sampai saat ini. Ebet merupakan perintis sehingga menjadi kiblat para penyiar Indonesia.
Dia menjadi penyiar pertama kali di luar negeri dan merekrut banyak penyiar dari Indonesia.
“Almarhum dalam membuka acara selalu menggunakan berbagai bahasa,” papar Maman.
Ebet merupakan orang Indonesia pertama yang menjadi penyiar di stasiun radio terkemuka Australia, ABC. Pulang ke Indonesia, Ebet menjadi pembawa acara talkshow pertama di negara ini, yaitu dalam acara “Salam Canda” yang pernah menjadi andalan stasiun televisi swasta pertama, RCTI pada awal dekade 1990-an.
Dari seluruh keluarganya, Ebet adalah satu-satunya yang berprofesi di bidang entertainment. Ayahnya, Adang Kadarusman, merupakan pendiri stasiun radio RRI di Bandung.
Kang Ebert mengawali karir sebagai penyanyi seriosa. Menghabiskan masa kecil di Bandung, pria kelahiran Tasikmalaya 6 Juli 1932 itu kemudian mengadu nasib ke Australia.
Selain berhasil berkarir di Australia , Ebet juga mendapat gelar doktor kehormatan dari Adelaide University. Selain mahir dalam bahasa Inggris, Ebet pun dikenal mampu berbahasa Jepang.
Laporan dari Melissa Tuanakotta / Bandung
• VIVAnews










