Sunday September 5th 2010

Kondisi Perpus Memprihatinkan, jadi Satu dengan Gudang dan Kantin

SiapaBilang-Feb 06 2010

Bermula dari Facebook, Istri Wawali Surabaya Sumbang 300 Buku Bacaan untuk Sekolah di Lokalisasi Kremil

SURABAYA – Kamis (4/2) siang, SMP Bina Karya kedatangan tamu penting, Tjahjani Retno Wilis. Tjahjani adalah istri dari Arif Afandi, wakil

Tjahjani Retno Wilis merasa tersanjung dengan sambutan dari para siswa SMP Bina Karya.

Walikota Surabaya. Kedatangan istri pejabat nomer dua di kota Surabaya ini memang bukan tanpa tujuan.

Siang itu, Tjahjani yang datang bersama rombongan (salah satunya Lan Fang, novelis terkenal asal Surabaya) ini berniat memberikan bantuan berupa 300 buku bacaan pada sekolah yang terletak di tengah-tengah kompleks lokalisasi Tambak Asri atau lebih dikenal dengan nama Lokalisasi Kremil ini. Tepatnya di Jalan Tambak Asri 133, Surabaya.

Sementara itu, kedatangan Tjahjani Retno Wilis disambut oleh tim drumband yang dimiliki sekolahan tersebut. Mendapat sambutan yang demikian heboh, istri Wawali Surabaya ini pun merona pipinya.

“Wah, sambutannya kok seperti ini. Biasa sajalah,” kata Tjahjani merendah sembari menyalami kepala sekolah dan para guru yang menunggu di pintu masuk.

Tjahjani sendiri kaget bahwa di sekolahan yang terletak di tengah-tengah kompleks lokalisasi Kremil ini, ternyata memiliki pasukan drumband.

“Malahan, pernah juara juga lo,Bu,” kata Siti Anifah, S.Pd, Kepala Sekolah SMP Bina Karya.

Usai berfoto dengan tim drumband, Tjahjani langsung meninjau siswa Bina Karya yang sedang asyik membaca di mobil pintar (perpustakaan keliling) milik Pemerintah Kota Surabaya.

“Ayo, anak-anak. Budayakan membaca sedari dini. Karena, buku adalah jendela informasi dunia,” ujar Tjahjani pada Sandi, siswa kelas 7, yang saat itu kelihatan sedang serius membaca buku fiksi anak.

Ketika ditanya, apa Sandi sering membaca buku di perpustakaan sekolahnya? Dengan polos, ia menggelengkan kepalanya.

“Hanya sesekali saja, Bu. Paling-paling, saya pinjam, terus saya baca di rumah,” jujur Sandi.

Untuk itu, sumbangan 300 buku yang diberikan istri Wakil Walikota Surabaya ini disambut baik oleh Siti Anifah, S.Pd, Kepala Sekolah SMP Bina Karya. “Kami bersyukur, ada yang peduli dengan kondisi perpustakaan sekolah kami,” kata pendidik yang biasa dipanggil Anifah ini.

Diakui Anifah, kondisi perpustakaan SMP Bina Karya memang cukup memprihatinkan. Selain koleksi bukunya yang sangat kurang, ruangan perpustakaannya juga sangat tidak layak. Karena jadi satu dengan ruangan kelas. Dan lokasi perpustakaan yang satunya lagi, jadi satu dengan gudang dan kantin. Belum lagi atapnya yang bocor.

Dengan kondisi perpustakaan yang seperti itu, lanjut Anifah, tentu saja para siswa enggan untuk berkunjung, apalagi membaca buku di perpustakaan pada jam istirahat.

“Paling-paling, mereka meminjam buku, lalu dibawa pulang,” kata Anifah yang sudah setahun lebih ini menjabat kepala sekolah di SMP Bina Karya.

Berawal dari Facebook

Sementara itu, Daniel Lukas Rorong, Humas Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan Bina Karya, ada kisah unik yang patut diketahui dibalik pemberian sumbangan buku bacaan ini.

Diceritakan Daniel, pada awal Januari 2010 lalu, dirinya mengupload status di Facebook miliknya seputar kondisi perpustakaan yang ada di SD dan SMP Bina Karya. Dan sempat diposting di akun milik Tjahjani Retno Wilis.

Tak berapa lama kemudian, istri dari Arif Afandi, wakil Walikota Surabaya ini merespon, lalu mengajak dirinya (Daniel) untuk bertemu di salah satu lokasi di kawasan Mayjend Sungkono. Dari hasil pembicaraan tersebut, Tjahjani berjanji akan mengupayakan membantu untuk melengkapi koleksi buku perpustakaan.

Sebulan kemudian, akhirnya janji itu ditepati. Kamis (4/2) siang, sumbangan buku untuk perpustakaan di SD dan SMP Bina Karya diberikan.

“Tentu saja, kami sangat berterimakasih atas respon yang begitu cepat dari Ibu Wawali,” kata Daniel yang juga aktifis sosial.

Diharapkan Daniel, minat baca dari para siswa dapat meningkat setelah ada tambahan koleksi buku di perpustakaan SD dan SMP Bina Karya. Apalagi, lokasi sekolahan ini berada ditengah-tengah kompleks Lokalisasi Kremil (Tambak Asri).

“Mudah-mudahan, dengan bertambahnya koleksi buku di perpustakaan kami, dapat menimbulkan kecintaan murid-murid terhadap budaya membaca. Karena buku kan jendela informasi dunia,” harap Daniel yang juga alumni SMP Bina Karya Angkatan 1995 ini.

Ke depan, Daniel berharap, perpustakaan di Bina Karya dapat menjadi perpustakaan umum, sehingga semua pihak dapat berkunjung dan meminjam koleksi buku di perpustakaan ini, tak terkecuali para Pekerja Seks Komersial (PSK) dan mucikari yang ada di sekitar.

“Untuk itu, kami masih membutuhkan bantuan semua pihak, mengingat kondisi bangunan perpustakaan sekolah kami memang sangat tidak layak dan memerlukan renovasi,” ungkap Daniel.

kiriman : DANIEL LUKAS RORONG

Related Tags:

Hi, there..