|
|
VIVAnews – Tiga kasus percobaan pembakaran gereja kembali terjadi di Malaysia, Minggu, 10 Januari 2010. Namun polisi meyakinkan kasus-kasus tersebut merupakan kasus terpisah dari pembakaran sebelumnya.
Selama empat hari terakhir, tujuh gereja telah menjadi target perusakan, termasuk gereja di Miri, Sarawak, Malacca, dan Taiping, Perak. Kepala Kepolisian Taiping, Perak, Datuk Zulkifli Abdullah mengatakan tidak ada kerusakan dalam percobaan pembakaran gereja. Menurut Zulkifli, percobaan pembakaran itu dilakukan individu yang berusaha mengail di air keruh.
Sementara Kepala Gereja Baptist Malacca, Alfred Wee mengatakan gerejanya dilempari bom cat berwarna hitam. Wee mengaku menemukan noda cat pada pukul 9.20 pagi sebelum pelayanan. Wee juga mengaku meminta jemaat untuk tetap tenang.
Deputi Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Ismail Omar mengatakan masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan sejumlah insiden ini karena bersifat sporadis dan tidak terencana.
“Di Taiping, bom molotov yang dilemparkan ke All Saints Church di Jalan Taming Sari dan gereja SM Convent di Jalan Lumba Kuda bahkan tidak meledak,” kata Ismail seperti dikutip harian The Straits Times edisi Senin, 11 Januari 2010.
Ismail menyatakan polisi telah meningkatkan patroli dan pengawasan di gereja dan masjid di seluruh negeri. Dalam kasus ini, polisi menggunakan pasal 436 Undang-undang Pidana dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara.
“Saya harap warga Malaysia bersikap dewasa dan tidak main hakim sendiri,” ujar Ismail.
Sebelumnya sejumlah orang berusaha membakar Gereja Metro Tabernacle Church, Kuala Lumpur. Rekaman kamera sirkuit pendek (CCTV) menunjukkan delapan orang yang mengendarai dua sepeda motor dan sebuah mobil terlihat di tempat kejadian sesaat sebelum ledakan terjadi di kantor administrasi gereja.
Polisi juga mengembangkan penyelidikan ke arah dugaan bahwa delapan orang tersebut terlibat percobaan pembakaran Gereja Assumption, Gereja Life Chapel, dan Gereja Lutheran Good Shepherd Lutheran di Petaling Jaya.
Menteri Dalam Negeri Datuk Seri Hishammuddin Hussein mengimbau warga tidak terpengaruh laporan di internet atau pesan singkat terkait percobaan pembakaran ini. “Situasi telah dapat dikendalikan dan masyarakat tidak perlu resah,” kata Hishammuddin di Bukit Beruntung.
• VIVAnews










