SiapaBilang-Jan 07 2010
Ahli astronomi mengatakan bahwa mereka telah mendeteksi sebuah ledakan kosmos di paling ujung dari alam semesta yang masih terlihat,
sebuah ledakan berusia 13 miliar tahun yang dapat membantu mereka mempelajari mengenai bintang-bintang yang paling awal.
Ledakan cemerlang yang dikenal sebagai sebuah ledakan Sinar Gamma, kemungkinan disebabkan oleh kematian dari sebuah bintang padat segera setelah Big Bang, tapi baru terlihat pada lima bulan yang lalu oleh satelit baru NASA Swift dan kemudian oleh teleskop yang ada di bumi.
Peristiwa itu terjadi tak lama setelah bintang-bintang pertama dan galaksi terbentuk, mungkin 500 juta sampai 1 milyar tahun setelah ledakan Big Bang yang dipercaya ilmuwan melahirkan alam semesta (kosmos). Ilmu pengetahuan sekarang memperkirakan bahwa umur alam semesta adalah 13,7 milyar tahun.
“Kita akhirnya mulai melihat sisa-sisa dari beberapa objek tertua di alam semesta,” kata Daniel Reichart dari University of North Carolina di Chapel Hill. Reichart memimpin tim yang mengukur jarak ledakan dari bumi.
Ledakan sinar gamma, atau disingkat GRB, bisa jadi yang pertama dari puluhan atau ratusan yang mungkin segera terpecahkan oleh para ilmuwan. “Penemuan ini diharapkan dapat menolong kami belajar lebih lanjut mengenai alam semesta pada masa awalnya,” tutur ahli astronomi Donald Lamb.
“Kejadian ini membuka pintu untuk penggunaan GRB sebagai sebuah penyelidikan unik dan kuat dari awal alam semesta,” kata Lamb, seorang profesor di University of Chicago. “Ini adalah apa yang kita semua telah tunggu dan harapkan dan sekarang kesenangan sesungguhnya dimulai,” lanjutnya.
Para ilmuwan mempunyai teori bahwa ledakan semacam itu bisa dideteksi, dan pesawat ruang angkasa Swift, yang diluncurkan tahun yang lalu, bertujuan untuk menemukan mereka.
Dalam hal ini jarak sebanding dengan waktu, jadi ledakan ini terjadi 13 milyar tahun yang lalu, di mana cahayannya baru saja mencapai para peneliti di bumi. Satu tahun cahaya kira-kira sebanding dengan 6 triliun mil! (=7,2 triliun kilometer), jarak tempuh cahaya dalam setahun.
“Kami mendesain Swift untuk melihat ledakan redup yang berasal dari ujung alam semesta,” ujar Neil Gehrels, dari NASA’s Goddard Space Flight Center di luar Washington. Dalam pernyatannya, ia juga menambahkan,”…Untuk pertama kalinya kita bisa mempelajari bagaimana sebuah bintang individu dari masa awal. Tentu ada banyak dari mereka di luar sana.”
Bintang-bintang paling awal tidak lagi eksis, tapi puing-puing kehancuran mereka masih bisa dideteksi oleh Swift dan teleskop yang lain; dengan mempelajari sisa-sisa ledakan kuno ini, ilmuwan mungkin dapat mengatakan dari apa bintang ini terbentuk dan bagaimana mereka terbentuk.
Ketika ledakan Sinar Gamma ini adalah sebuah ledakan paling jauh yang pernah dideteksi, ilmuwan telah menemukan sebuah objek yang bahkan lebih jauh dari Bumi – sebuah Quasar. Quasar dipercaya terbentuk dari gas yang jatuh ke dalam sebuah lubang hitam yang padat. (erabaru.net)










