SiapaBilang-Jan 02 2010
Pontinak Post-KETAPANG – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Jumat (1/1), melakukan penyelidikan terhadap jatuhnya pesawat Fletcher FU 24-950 milik PT Sinar Mas Super Air dengan nomor seri 187 di halaman UGD RSUD Agoesdjam Ketapang pukul 08.26 WIB, Kamis (31/12) lalu.
“Masih dalam pencarian data, semua data akan kita ambil dan diolah tim. Datang ke Ketapang ini dari KNKT saya sendiri dan dua teman dari DKUPPU (Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara),” kata Sulaiman Dayan Asmana, investigator KNKT di kepada Pontianak
Post, kemarin. Untuk mengetahui penyebab kecelakaan, menurut Sulaiman, hasilnya baru diketahui tergantung dari kelengkapan data. Bahkan bisa mencapai 1-2 bulan baru diketahui. KNKT juga mengumpulkan foto-foto lokasi, jarak terbang juga bisa diukur , demikian juga data-data dari pecahan-pecahan pesawat, derajat ketinggian dan lain-lain. Karena itu apakah disebabkan oleh kerusakan mesin, human error dan cuaca dan lain-lain, ia menegaskan mungkin ada keterkaitan sehingga dapat mengungkap penyebab musibah tersebut.
“Apalagi, saat terbang kondisi cuaca di Kabupaten Ketapang buruk sejak tanggal 29-31 Desember 2009. Kondisi cuaca buruk, bisa menjadi kemungkinan penyebab kecelakaan. Kita masih mencari data,” ujarnya.Pesawat jenis Fletcher FU 24-950 diketahui buatan Switzerland. Pesawat yang digunakan untuk kegunaan penyemprotan hama atau pupuk dari udara ini salah satunya dimiliki PT. Sinar Mas Super Air. Kecelakaan pesawat jenis ini diduga juga yang pertama terjadi di Indonesia. “Pesawat ini baru didatangkan PT.Sinar Mas tahun lalu,” ujar Sulaiman.
Ada pun klasifikasi yang dimiliki pesawat jenis ini adalah single engine, turbin propulasi, double sitter, memiliki manuver yang bagus, dan terbuat dari aluminium dengan sebagai fiber.Mencari data ke lokasi musibah pesawat, KNKT dengan DKUPPU ini tiba di TKP sekitar pukul 10.30 WIB. Tim ini didampingi juga Kepala Bandara Rahadi Oesman Ketapang. Saat di TKP, tim langsung melakukan pencarian data dibantu juga tim identifikasi dari Polres Ketapang. Di lokasi kejadian tampak Kapolres Ketapang AKBP Badya Wijaya SH, Dandim 1203 Ketapang, Letkol (Inf) Agus Prasetyo Ari Wibowo, Direktur RSUD Agoesjam Drg Djoko Hartono MM, manajemen PT Sinar Mas Group dan lain-lain.
Pencarian informasi yang dilakukan KNKT dan DKPPU ini mengundang perhatian sejumlah pengunjung RSUD Agoesdjam. Mereka melihat dari luar garis police line. Walaupun ak seramai hari kamis (31/12), kumpulan warga ini pun bubar setelah kumandang azan sholat Jum’at terdengar. Informasi di lapangan menyebutkan juga setelah KNKT dan DKUPPU mencari data di TKP, maka badan pesawat akan segera dipindahkan ke lokasi yang aman. Hal tersebut dilakukan agar pelayanan di sekitar RSUD Agoesdjam tidak terhambat.
Menurut drg Djoko Hartono MM seandainya pesawat jatuh tepat pada rumah sakit, maka bisa menimbulkan ledakan. “Karena di dalam UGD RSUD Agoesdjam terdapat beberapa tabung oksigen,” kata Djoko.Dalam penanganan jenazah korban, pihak rumah sakit memang bertindak cepat dan memberikan bantuan. Dua jenazah awak pesawat yaitu Kapten Pilot atas nama Sigit Yudiharjo (kelahiran 20 April 1960, Desa Sesak Panjang Kecamatan Tajur) dan co.Pilot (Teknisi) atas nama Titut Winarto (Kelahiran 22 Januari 1955 Pekan Baru) yang sebelumnya di semayamkan di RSUD Agoesdjam. Maka, pada Kamis (31/12) sore sudah dibawa ke Pontianak menggunakan transportasi air. Rute pengantar jenazah dari Ketapang menuju Kabupaten Kayong Utara (KKU) dan dibawa menggunakan speed boat menuju Rasau Jaya. Informasi terakhir dari kepolisian Ketapang, dua jenazah sudah diterbangkan ke Jakarta dari Bandara Supadio, dan tiba di Jakarta sekitar pukul 08.00 WIB.
Sampai kemarin lokasi jatuhnya pesawat di halaman RSUD Agoesdjam Ketapang menarik perhatian public Ketapang. Pesawat ini semula dari Pangkal Pinang Pekan Baru, Propinsi Riau menuju menuju Tangar Area-Pangkalan Bun-Kalteng. Diduga terjadi kerusakan mesin, ditambah cuaca buruk maka peswat mendarat di bandara Rahadi Oesman Ketapang. Kemudian pada hari Kamis (31/12) pukul 08.25 WIB, pesawat melanjutkan perjalanan kembali Kalteng.
Naas nasibnya baru beberapa menit terbang, pesawat mengalami kerusakan. Ketika hendak berbalik ke bandara Rahadi Oesman, mesin pesawat mendadak mati dan badan pesawat semakin rendah sehingga mengenai antena penahan petir bangunan lalu terhempas di halaman UGD Agoesdjam Ketapang. Akibatnya badan pesawat hancur dan dua awaknya tewas seketika. Dari insiden itu, sebuah mobil pribadi dokter nomor polisi AB 744 MY ditimpa salah satu pecahan badan pesawat.Selain keterangan saksi mata yang melihat langsung pesawat, kejadian tersebut juga mengejutkan pasien dan keluarga pasien yang berada di UGD Agoesdjam. Padahal hari biasa, lokasi parker ini dipadati kendaraan. Namun kondisi cuaca yang gerimis dan msih pagi, maka kendaraan terbatas di parkir di tempat ini. Demikian juga mobil nomor AB 744 MY, pada hari biasanya tidak diparkir ditempat itu.(ndi)










