
- Logo IAKMI
Jakarta, 16 Desember 09 – SiapaBilang.com
by Syahrul Aminullah
Menjelang tutup tahun 2009 berbagai neraca keberhasilan pembangunan bidang kesehatan yang merupakan prestasi kinerja Departemen Kesehatan dapat kita ketahui secara bersama melalui berbagai media. Tergambarkan bahwasannya kesehatan penduduk kita semakin membaik yang ditandai dengan meningkatnya usia harapan hidup, menurunnya angka kematian ibu serta menurunanya angka kematian bayi serta semakin meningkatnya status gizi masyarakat yang juga membaik dilihat dari menurunnya prevalensi gizi kurang dan gizi buruk. Disisi lainnya menurut hasil riskesdas menggambarkan pula semakin meningkatnya prevalensi beberapa penyakit tidak menular seperti hipertensi, stroke, diabetes militus, jantung, tumor, gangguan mental emosional serta permasalahan gigi dan mulut. Masih merebaknya penyakit menular filariasis, Flu Burung, Flu Babi, HIV-AIDS, TBC dan Malaria, Demam berdarah.
Kesemua ini tentunya memerlukan perhatian serius dari hulu sampai hilir oleh pelaku pembangunan dibidang kesehatan mulai dari anggota DPR pusat/provinsi/kab/kota, DPD, pejabat struktural di pemerintahan, praktisi kesehatan, oragnisasi profesi kesehatan, NGO Kesehatan dan semua stakeholders lainnya, termasuk media masa untuk terus berupaya mencari solusi secara sistematis dan terus bersinergi saling bahu membahu.
Hasil pemilu 2009 yang lalu rakyat telah telah memilih presiden RI, kemudian Bapak Presiden telah pula membentuk Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Sebelumya saat kampanye yang lalu Capres SBY-Budiono memiliki Visi Kesehatan yang akan dilaksankan oleh pemegang mandat sebagai pelaksana pembangunan bidang kesehatan dalam hal ini Menteri Kesehatan yang telah dipilih oleh Bapak Presiden RI. Adapun 13 Visi tersebut yang mencakup: Pemantapan program Jamkesmas, Mendorong upaya pembuatan obat dan produk farmasi lainnya, Mempermudah pembangunan RS Berkualitas Internasional, Peningkatan kualitas KIA dan Imunisasi, Penurunan AKI, Pencegahan penyakit menular, HIV/AIDS, TB, Malaria, Penanggulangan gizi buruk balita, Revitalisasi KB, Pengembangan sistem insentif bagi tenaga medis dan non medis di daerah terpencil, Peningkatan iptek kesehatan terutama dalam produksi obat dan alkes, Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan praktek kedokteran, Pengembangan surveilens, Pelayanan kesehatan untuk daerah bencana.
Peran organisasi profesi kesehatan yang merupakan pelaku utama pembangunan kesehatan diberbagai sektor memiliki tanggung jawab profesional dalam rangka mendukung berbagai program pemerintah. Hal ini dilandasi karena semua organisasi profesi kesehatan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD-ART) masing-masing organisasi profesi kesehatan menyebutkan salah satu fungsi organisasi profesi kesehatan adalah mendukung program pembangunan nasional. Secara moral, minimal peran organisasi profesi dapat menyuarakan isu-isu aktual pembangunan kesehatan untuk menjadi setting agenda kedepan dengan harapan terjadinya penguatan komitmen politik untuk mewujudkannya. Saat ini kabinet pembangunan bersatu jilid II sedang giat-giatnya menjalankan program 100 hari pemerintahan, termasuk dibidang kesehatan.
Sekaranglah saatnya organisasi profesi kesehatan dapat memberikan masukan yang strategis dan usulan-usulan produktif dalam rangka mendukung program pembangunan kesehatan. Untuk itu diperlukan perhatian kita semua dari segenap pengurus inti dan seluruh anggota organisasi profesi kesehatan yang tersebar dari Meroke sampai Sabang dalam kerangka NKRI.
Tanggap terhadap tantangan dan masih banyaknya permasalahan kesehatan yang dialami bangsa ini, pengurus pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia didukung Kantor Menkokesra, Depkes RI dan Forum Organisasi Profesi Kesehatan Indonesia (FOPKI) bermaksud mengadakan kegiatan “Round Table Discussion Refleksi Pembangunan Kesehatan tahun 2009 dan Peran Nyata Organisasi Profesi Kesehatan dalam Pembangunan Kesehatan.
TEMA
Adapun kegiatan ini bertemakan:
“ PERANAN ORGANISASI PROFESI KESEHATAN DALAM MENDUKUNG PROGRAM PEMBANGUNA NASIONAL BIDANG KESEHATAN”
TUJUAN dan SASARAN
Tujuan Diskusi Refleksi Pembangunan Kesehatan Indonesia tahun 2009 dan Peran Nyata Organisasi Profesi Kesehatan dalam Pembangunan Kesehatan adalah untuk mengetahui berbagai isu aktual saat ini dan trend situasi kesehatan Indonesia tahun 2010 dan 5 tahun kedepan serta terformulasikannya usulan strategis yang profesional dari organisai profesi kesehatan dalam mendukung program pembangunan bidang kesehatan oleh KIB jilid II.
Sasaran kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan masukan dan rumusan konkrit berupa pointer guna mendukung berbagai program pembangunan nasional dari organisasi profesi kesehatan dalam rangka mendukung program pembangunan kesehatan tahun 2010 dan tahun 2011-2014.
PESERTA :
- Anggota DPR RI komisi IX ( 2 orang)
- Anggota DPD (2 orang)
- Anggota DPRD Provinsi DKI (2 orang)
- Pejabat struktural Kantor Menkokesra (10 orang)
- Pejabat struktural Depkes RI (10 orang)
- Pejabat struktural Bappenas (2 orang)
- Pejabat struktural KLH(2 orang)
- Pejabat struktural Depsos (2 orang)
- Pejabat struktural BKKBN (2 orang)
- Pejabat struktural Dinkes DKI Jakarta (2 orang)
- Praktisi dan tokoh kesehatan di Jakarta(5 orang)
- Akademsi /Dekan FKM-Stikes Kesmas di jakarta (9 orang)
- Ketua Organisasi Profesi kesehatan (20 orang)
- Perwakilan BEM FKM/STIKES/FIKES/FKK /Prodi IKM di DKI Jakarta
(9 kampus x 1 peserta per kampus = 9 orang)
- Ketua BEM Politeknik se DKI Jakarta (2 Poltek x 1 org= 2 orang)
- Pers dan Media cetak dan elektronik (15 media x 1 orang = 15 orang)
- Pengurus Pusat IAKMI (5 orang)
PEMBICARA :
- Menko Kesar RI
- Menteri Kesehatan RI
- DPR RI komisi IX.
- 7 Ketua Organisasi Profesi (IDI, PDGI, IAKMI, ISFI, PERSAGI,PPNI, IBI)
(22 OP Kesehatan akan mebuat tulisan yang terakit peran OP Kesehatan)
Moderator: SAM Menkokesra Bidang Ketenagakerjaan dan Sekjen FOPKI
PELAKSANAAN
Hari : Senin
Tanggal : 21 Desember 2009
Waktu : Pukul 13.00 sd 16.30 .WIB
Tempat : Ruang Rapat Utama Kantor Menko Kesra RI
Jl. Merdeka Barat No. 3. Jakarta Pusat
JADWAL ACARA (TENTATIVE)
ROUND TABLE DISCUSSION
REFLEKSI AKHIR TAHUN
PEMBANGUNAN KESEHATAN 2009 dan
PERAN NYATA ORGANISASI PROFESI KESEHATAN
Senin, 21 Desember 2009, Pukul 12.30 sd 16.30.WIB
Ruang Auditorium Kantor Menkokesra RI
Jl. Merdeka Barat No; 3 Jakarta Pusat
|
WAKTU (WIB) |
ACARA |
| 12.30-13.00. | Registrasi peserta dan makan siang bersama |
| 13.00-13.07 | Pembukaan oleh MC\Laporan Kegiatan oleh Ketua Panitia |
| Diskusi Publik | |
| 13.07-161.5 | 1. Opening Remark oleh Menko Kesra RI2. Keberhasilan Pembangunan Kesehatan 2009 dan Prioritas 100hari dan 5 tahun kedepan, Pembangunan Kesehatan KIB Jilid II
oleh Menkes RI 3.Tanggapan oleh Komis IX DP RI* Moderator : Sukawati Abubakar, SKM,M.Sc (Ketua III IAKMI) 4.Panel Diskusi oleh 7 Ketua OP Kesehatan (IDI, PDGI, IAKMI, ISFI, PERSAGI,PPNI, IBI) Moderator: Syahrul Aminullah,M.Sc (Sekjen IAKMI/FOPKI) * dalam konfirmasi |
| 16.15-16.30 | Pembacaan Draft Rekomendasi |
| 16.30- | Penutupan |










